Si jilbab merah partner dan teman hidup saya




[ Dititik.com ] Ini adalah tulisan yang ku tulis dari sudut pandang dan kaca mataku, tapi entalah jika ada kaca mata orang lain yang kupinjam, aku hanya ingin goresan penaku mengalir alami seperti air yang tanpa setting apapun. Jika tertarik, masih ada loh kalimat-kalimat berikutnya.

Tulisan ini ingin ku tujukan pada wanita berjilbab merah diseberang jalan sana. Dia berdiri sendiri sembari menatap ke arah pelangi. Oke, apa aku harus menjelaskan dan mendeskripsikan siapa si jilbab merah itu ?, Iya, dia yang disana, yang tersenyum saat memang saatnya tersenyum, dan terdiam jika saatnya untuk berhenti sejenak. Iya, dia yang disana, yang serius saat memang saatnya serius. Iya, sudah ku katakan dia yang disana, yang ketika bicara entah magnet apa yang membuat kita berhenti untuk bicara, dan terbawa dalam suasananya.

Cerita singkat membuat ku berfikir lebih dalam tentang segalanya.
Hei ku ingatkan sekali lagi, cerita ini bukan tentangku. Tapi tentang dia, si koordinator yang menyatuhkan banyak kepala menjadi satu tujuan, si koordinator yang membuat tujuan dan mimpi-mimpi itu bisa kita lihat sejauh 5 cm, si koordinator yang  membuat kita menanamkan mimpi lain yang ingin kita gambar , si koordinator yang membuat cerita tentang GKM menjadi kisah yang tak terlupakan dan harus dipertahankan.

Biar kukatakan bahwa dia adalah salah satu  penggerak yang membuat GKM bisa melewati banyak sejarah yang telah lalu dan bisa merasakan cerita layaknya sekarang ini. "Layaknya kapal jika tanpa nahkoda kapal itu akan tersesat dan tak tahu arah tujuan, seperti itulah gambaran GKM jika tanpa si jilbab merah itu by Si Volunteer gantengnya GKM tim 10".

Sudah kukatakan cerita ini tak hanya dari sudut pandangku karena banyak orang dilingkungan pelangi ini  juga menatapnya dan ingin melukis dengan detail lekuk-lekuknya.Hanya saja waktu belum menjawab itu, lukisan itu banyak yang belum nampak dipermukaan tapi halnya seniman kita tahu bahwa lukisan itu ada. Banyak dari mereka yang hampir telah tuntas, ada juga yang mulai melukis pada kanvas yang kedua bahkan ketiga serta keempat tentang dia.

ini mungkin beberapa lukisan yang pernah menghampiri dan menyapaku. "Dia adalah koordinator abadi", by seorang volunteer sastranya GKM. "Dia adalah orang yang selalu punya lahan positif lebih banyak jika menilai sesuatu atau seseorang", by volunteer sebagainya GKM. "Dia teman saya, parter saya dan jika terjadi sesuatu saya akan selalu berada di rombongannya" by tangan kanan si jilbab merah."Dia adalah salah satu orang yang bisa dicontohi menjadi perempuan dan seorang pemimpin" by volunteer yang telah naik beberapa tangga. "Dia yang membuatku banyak berubah tentang bagaimana aku menjalani hidup" by perwakilan volunteer sasingnya GKM. "Dia yang bisa mengotomatis mulut ini berkata YES ketika memberi tugas dan tanggung jawab pada seseorang" by perwakilan volunteer fisikanya GKM.
"Dia adalah artis batang kelor", by volunteer GKM tim 11.  Ya, sudah kukatakan banyak orang yang punya gambaran tersendiri tentangnya, jika aku merangkainya disini kupikir kertas sebesar ini tak akan punya celah kosong lagi.

Oke waktunya aku menutup tulisan ini, sebenarnya masih banyak loh dering-dering ponsel yang ingin didengar, sajak-sajak yang ingin dibaca, film-film yang ingin ditonton, atau slime-slime yang ingin dimainkan tapi biarlah itu masih tetap disana.
Sebelum aku benar-benar menutupnya ada satu uangkapan yang ingin kutulis dan diingat "Karena semua punya cerita serta kisah, dan akan selalu ada maksud dan alasan dibalik itu. Maka kamu hanya perlu menghadapinya sekarang karena suatu saat nanti kamu akan bersyukur kisah yang dialami sekarang terjadi pada waktu sekarang bukan kemarin ataupun nanti" by si jilbab merah.
Si jilbab merah partner dan teman hidup saya Si jilbab merah partner dan teman hidup saya Reviewed by Admin Redaksi on November 22, 2017 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.