Menyuruh mu Menunggu dan Berhenti, Ku Pikirkan Lagi.

[Dititik.com] Aku tak tahu apa arti hujan untuk mu. Aku tak tahu setelah hujan, apa yang akan ada di benakmu nanti. Dan akupun tak tahu sepenting apa hujan dalam hidup mu. Seperti halnya hujan, aku hanya ingin datang pada saat-saat tertentu saja. Iyaa_ sama halnya dengan hujan aku tak ingin selalu berada disampingmu. Bukan tak mau menemanimu atau bukan tak ingin bersamamu, tapi aku hanya ingin mengepakkan sayap lebih luas dari ini. 

Ini bukan tentang seberapa besar rasa ini untuk mu atau seberapa dalam kau ada di dalam hatiku akan tetapi, ini tentang seberapa tinggi cita-cita dan impian yang ada dalam benakku serta seberapa jauh aku berfikir tentang masa depan yang ingin ku bahagiakan. Ada hal yang kemudian harus dikorbankan dalam setiap keputusan yang kita ambil. Menerima apa yang telah kita pilih itu kadang enggan dilakukan kebanyakan orang dan memilih dua hal yang setara adalah pilihan yang sangat sukar ditentukan. Terkadang mata saja tak mampu mengukur besar dan kecilnya sebuah pilihan itu. 

Membaca apa yang ada dalam hatimu sama sekali bukan keahlian ku, memprediksi apa arti senyum di wajahmu bukan kemampuanku, jadi bisakah mulut itu mengutarakan semua yang ada seirama dengan apa yang dirasakan oleh hatimu ? walaupun ku pikir itu layaknya bayang-bayang yang ada dalam kegelapan.
Membuat mu selalu berkeliaran dalam pikiran mu sungguh tak ada niat ku dan terkadang ku pikir kau terlalu asyik sekarang dalam liaran pikiran itu karena penjelasan ku pun tak akan hinggap dalam otak mu. Jika aku menyerah sekarang apa yang akan terjadi ? jika aku harus mempertahankan itu apa yang harus ku perbuat sekarang ? aku bertanya dalam diriku dan ku pastikan kau akan bertanya dalam dirimu.

Apa hal yang ingin kau dengarkan dariku ? apakah kau akan berkata aku setega itu mengambil pilihan ini  ? atau kau akan berfikir mengapa aku sekejam ini yang membiarkan semua ini terjadi ? Ingin ku perjelas satu hal lagi bahwa mengambil pilihan ini tak semudah seperti merangkai kalimat-kalimat ini menjadi cerita utuh  seperti sekarang, jadi cobalah untuk membantu ku  berfikir dan melihat seberapa besar aku yang ada dalam pikiran yang tak beraturan ini. Dan satu hal yang pasti, aku masih tetap sama. Tidak ada yang berubah tentang kau yang ada dalam hatiku. (Ilin)



Menyuruh mu Menunggu dan Berhenti, Ku Pikirkan Lagi. Menyuruh mu Menunggu dan Berhenti, Ku Pikirkan Lagi. Reviewed by sarlina ilina on November 05, 2017 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.