Jangan Membunuhku Secara Perlahan

[Dititik.com] Cerita ini bukan tentang cinta dalam diam bukan juga tentang aku dan kamu yang pernah menjadi kita. Tapi ini tentang aku yang tak sanggup melewatkanmu meski tak pernah engkau hargai sebagai seorang yang terus menunggu, walau sang pembaca menuturkan bahwa menunggu ada batas tapi aku tetap tak sanggup untuk berhenti menunggu.


Aku di sini masih seperti yang dulu, masih sama dengan yang dulu bersamamu di bawah air hujan yang menetes di dinginnya malam itu. Dengan harap - harap indah bersamamu. Pertanyaan mungkinkah aku dan kamu menjadi kita selalu terngiang, aku masih luluh denganmu dan masih kamu yang kuharapkan menjadi kamuku.


Bila aku yang tak kau harapkan sampaikan karena di setiap aku di sampingmu hatiku selalu meresah. Aku sadar aku telah salah membawa perasaan di antara kita. Awalnya aku ragu untuk mengharap tapi kamu kadang sadis memberi harap dan pertanda. Harapan kecil yang begitu berharga membuat hati kecil berteriak bahagia.


Sadarkah engkau di saat kau memperlakukan dia sama denganku, ada tangisan yang tak engkau dengar. Satu kata yang selalu kau ucap kamu belum bisa memahami tapi kamu selalu bertumpu dengan sayup - sayup kepekaan yang tak jarang kau elak.


Ku bertanya dalam hati untuk apa aku terus menunggu, menunggu ketidakpastian. Mungkin jawabannya adalah masih kamu yang menghuni hati ini.


Pesanku pada sang angin yang berhembus, sadarkan dia jika saat ini belum ada kepekaan dalam hatinya dan semoga dia tidak sedang bersandiwara.


Terima kasihku kepada hujan yang menutupi setiap air mata yang tak terlihat ketika ku menangis sendirian. Dan untukmu yang selalu membuat mataku berbinar dan hatiku berdegup kencang, maafkan aku karena telah berani menjadikanmu sang penghuni hatiku. Jika mencintaimu adalah sebuah kesalahan maka maafkan tapi satu pintaku jangan menyuruhku untuk berhenti karena itu sama saja membunuhku secara perlahan. (Idha)

Jangan Membunuhku Secara Perlahan Jangan Membunuhku Secara Perlahan Reviewed by Ida wahyuni on November 22, 2017 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.