Dia Adalah Milik Dia

[Dititik.com] Dimana ada sebuah kata “pertemuan”, di situlah pasti ada kata “perpisahan”. Terkadang kita terlarut – larut dengan sebuah pertemuan yang kadang tidak terencanakan. Begitulah kisah yang dialami si dia. Semua yang berawal dari sebuah pertemuan kaku yang dilandasi kegiatan formal antara dia dan dia, sebuah pertemuan yang terjadi tanpa adanya perencanaan bagaikan telah diatur oleh Tuhan. 

Pada mulanya dia cuek bebek dengan si dia, boleh dikata walaupun dia jungkir balik si dia pun tidak akan peduli. Sebuah perbedaan sifat yang membuat mereka tidak saling sapa. Si dia yang cerewet dan blakblakan dan si dia yang pendiam dan tertutup. Tapi kembali Tuhan merencanakan hal lain, suatu ketidak sengajaan kembali membuat adanya perbincangan diantara mereka.

Perbincangan awal yang begitu kaku dan hanya membahas tentang project yang melibatkan mereka berdua, lambat laun mereka mulai membicarakan hal – hal diluar project mereka. Saling bercanda, menggoda satu sama lainpun kadang terjadi dan bahkan tak jarang mereka bersambung mata lalu saling tertawa. Saat itu pertemuan merupakan suatu hal yang ditunggu – tunggu.

Hingga hal yang tak semestinya pun mulai tumbuh diantara mereka, lambat laun pun project yang mempertemukan mereka akan berakhir. Yang nantinya membuat mereka akan terpisahkan oleh jarak. Saat berpisah kian mendekat tak ada sebuah kata yang sempat terucap hingga mereka akhirnya terpisahkan.

Mungkin dia dan dia dipertemukan bukan untuk saling memiliki. Tapi untuk saling belajar berbagai hal satu sama lain. Dianya dia mungkin saat ini sedang menunggu dan mempersiapkan diri untuk dia dan begitupun dianya dia yang sedang mempersiapkan diri untuk dihampiri dia.

Itulah dia, dia yang tak kuketahui siapa dia. Tetapi walau ku tak tau siapa dia, tulisan ini kudedikasikan untuk dia. (idha) 

Dia Adalah Milik Dia Dia Adalah Milik Dia Reviewed by Ida wahyuni on November 03, 2017 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.