Terlalu Baik Tak Selalu Menjamin Itu

Ini berawal dari aku yang tak bisa melihat dia yang selalu diperlakukan seperti orang bodoh oleh mereka. Aku dan dia adalah teman yang bisa dibilang "teman".
Aku: " in, jangan terlalu baiklah kamu ke orang-orang, nanti kamu bisa jadi orang bodoh".
Dia : "baik dan bodoh itu beda Lila, dan ku pikir tak ada yang salah dengan perbuatan ku.
Aku : "Indah,kamu kalau dibilangin selalu nda pernah didengar, pokoknya itu beda"
Indah selalu seperti itu, tak pernah mendengar apa yang aku katakan, dia selalu beranggapan bahwa apa yang dia lakukan selama tak menyakiti orang lain maka itu baik-baik saja.
Perasaan kesal ini muncul bukan karena aku melihat Indah dilakukan seperti itu satu dan dua kali, tapi ini sudah berkali-kali. Aku ingin mengatakan apa yang dia lakukan itu salah, karena aku adalah teman, walau hanya sebatas teman sapa. Perbuatan baik yang dia lakukakan disalah artikan oleh orang lain. Dan hari ini aku melihatnya lagi, dia dilakukan seperti orang bodoh, datang menghampiri saat mereka butuh dia kemudian pergi begitu saja.
Aku : "indah, kamu nda lihat apa yang mereka lakukan tadi ke kamu?" (Tanya ku dengan nada yang sedikit keras)
Dia : Lila, kamu kenapa si, selalu berfikir seperti itu. Mereka hanya minta bantu ke aku. Itu aja kok, nda lebih"
Aku : minta bantu itu nda seperti Indah, nda semuanya harus kamu yang lakuin dan bayar lalu mereka hanya duduk manis menatap mu.
Ungkapan yang selalu ingin aku utarakan pada Indah, bahwa aku ada disini dan selalu siap membantu dan jadi temannya. Tapi Indah tidak bisa melihat itu, dia hanya ingin semua orang tak membencinya dan sebenarnya dia juga ingin masuk dalam genk mereka.
Dia : " apa itu salah ?, aku punya uang untuk itu dan aku juga bisa lakuin apa yang mereka minta bantu ke aku"
Aku : " iya salah Indah, salah karena kamu nda pernah berfikir bahwa mereka itu hanya manfaatin kamu, mereka hanya datang saat ada yang mereka butuh ke kamu, dan kamu siap melakukan semuanya untuk mereka."
Dia : " Lila, kamu nda boleh kayak gitu. Mereka minta bantu kerena mereka tak bisa  melakukannya dan mereka minta bantu karena mereka menganggap aku sebagai seorang teman"
Aku : kamu selalu seperti itu. Apa kamu pernah berfikir kita dan mereka ada pada usia dan keadaan keluarga yang sama, mereka begitu hanya untuk kesenangan mereka, lalu kemana mereka saat kau down dan butuh bantuan jika mereka menganggap kamu sebagai seorang teman untuk mereka Indah. (teriak ku kencang dengan tangisan yang hampir pecah).
Indah hanya mendengarkan dan tak ada satu katapun yang terucap untuk ku. Mungkin dia sedang berfikir tentang apa yang selama ini dia perbuat dan mereka perbuat untuknya. Dan aku berusaha meredahkan emosi yang sempat naik dan berharap Indah berfikir keras tentang apa yang tadi aku katakan.

Terlalu Baik Tak Selalu Menjamin Itu Terlalu Baik Tak Selalu Menjamin Itu Reviewed by Admin Redaksi on Oktober 29, 2017 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.